Bondowoso, 4 Juni 2026 – Institut Agama Islam Darul Falah (INDAFA) Bondowoso menyelenggarakan kegiatan Coaching Clinic Borang Akreditasi pada Program Studi Hukum Keluarga Islam sebagai bagian dari persiapan peningkatan mutu dan pemenuhan standar akreditasi nasional. Kegiatan ini bertempat di Aula Mini Institut Agama Islam Darul Falah Bondowoso pada Rabu, (4/6).
Kegiatan coaching clinic Borang ini menghadirkan narasumber utama Bapak M. Noer Fadli Hidayat, M.Kom, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor I Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton, Probolinggo. Dalam kesempatan tersebut, beliau memberikan paparan materi terkait strategi penyusunan borang akreditasi yang efektif, pemahaman elemen-elemen instrumen akreditasi, serta praktik terbaik dalam menyusun dokumen pendukung mutu pendidikan tinggi.
Acara dibuka oleh Rektor INDAFA, H. Sutriyono S.Ag., M.M yang menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari kesiapan institusi dalam menghadapi proses akreditasi yang transparan dan akuntabel. “Akreditasi adalah wajah institusi. Melalui kegiatan ini, saya berharap seluruh civitas akademika memiliki kesadaran kolektif bahwa mutu tidak dibangun secara instan, tetapi melalui kerja sistematis, terukur, dan berkelanjutan,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan dalam menyiapkan data serta dokumen yang valid dan berbasis kinerja nyata.
Rektor menambahkan bahwa Program Studi Hukum Keluarga Islam memiliki peran strategis dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan integritas keilmuan berbasis nilai-nilai keislaman. Oleh karena itu, proses akreditasi harus dimanfaatkan sebagai sarana penguatan identitas keilmuan dan peningkatan kualitas layanan pendidikan di INDAFA Bondowoso.

Dalam sambutannya, narasumber menjelaskan bahwa borang akreditasi bukan sekadar dokumen administratif semata, tetapi merupakan cerminan nyata dari praktik akademik, manajemen mutu internal, serta kesiapan institusi dalam menjalankan fungsi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan. Beliau menyampaikan beberapa tips praktis dalam mengumpulkan bukti fisik, menyusun narasi borang, hingga mekanisme evaluasi berbasis outcome based education (OBE).
Selama sesi berlangsung, peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi terkait tantangan yang sering dihadapi dalam penyusunan borang, seperti terkait mapping capaian pembelajaran, pengolahan data kualitatif dan kuantitatif, serta pengintegrasian dokumen standar mutu. Narasumber juga memberikan checklist langkah strategis yang dapat segera diimplementasikan oleh tim akreditasi internal prodi.
Dengan terselenggaranya coaching clinic ini, Program Studi Hukum Keluarga Islam berkomitmen meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta mempercepat proses pencapaian peringkat akreditasi yang unggul demi masa depan yang lebih baik bagi civitas akademika dan lulusan.

