Bondowoso — Institut Agama Islam (IAI) Darul Falah Bondowoso menggelar pelatihan Academic Writing Based on Artificial Intelligence bagi seluruh dosen pada Sabtu (9/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat IAI Darul Falah itu menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat budaya akademik, peningkatan kualitas riset, serta adaptasi teknologi digital di lingkungan perguruan tinggi.
Pelatihan ini menghadirkan Bapak Mustaqim Makki, S.H., M.H., seorang praktisi penulisan karya ilmiah dan penulis buku, sebagai narasumber utama. Dalam sesi pelatihan, peserta memperoleh pendampingan mengenai teknik penyusunan artikel ilmiah, strategi publikasi jurnal, hingga pemanfaatan beberapa program kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) secara etis dalam proses akademik. Para dosen juga diajak memahami batasan penggunaan AI agar tetap sejalan dengan prinsip integritas, kejujuran akademik, dan orisinalitas ilmiah.
Wakil Rektor I Bidang Akademik IAI Darul Falah, Bapak Dr. Syaiful Bakri, S.H., M.H., menyampaikan bahwa transformasi digital telah mengubah pola kerja akademik di perguruan tinggi, termasuk dalam aktivitas riset dan publikasi ilmiah. Karena itu, dosen dituntut tidak hanya memiliki kompetensi keilmuan, tetapi juga kemampuan memanfaatkan teknologi secara tepat dan bertanggung jawab.

“Artificial Intelligence harus dipahami sebagai instrumen pendukung untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas karya ilmiah, bukan menggantikan peran akademisi. Kampus perlu membangun budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi tetap berpegang pada etika, kejujuran ilmiah, dan kualitas penelitian,” ujar Bapak Syaiful Bakri dalam sambutannya.
Melalui pelatihan ini, IAI Darul Falah berharap dapat mempercepat penguatan ekosistem riset kampus sekaligus mendorong lahirnya karya ilmiah yang lebih berkualitas dan berdampak luas bagi masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen INDAFA dalam mendukung program Kampus Berdampak dan pengembangan pendidikan tinggi berbasis inovasi teknologi.

