Bondowoso, 30 Desember 2025 – Institut Agama Islam (IAI) Darul Falah Bondowoso melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) secara resmi melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2025 pada Selasa, 30 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan sebagai bagian dari implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) guna memastikan ketercapaian standar mutu pendidikan tinggi di lingkungan kampus.

Pelaksanaan AMI 2025 melibatkan seluruh unit kerja, mulai dari program studi, fakultas, hingga unit kerja . Audit difokuskan pada tiga pilar utama Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat, termasuk aspek tata kelola, sumber daya manusia, dan layanan akademik.

Ketua LPM IAI Darul Falah Bondowoso dalam keterangannya menyampaikan bahwa AMI bukan sekadar kegiatan evaluatif administratif, melainkan instrumen strategis untuk menilai kesesuaian antara pelaksanaan kegiatan dengan standar yang telah ditetapkan dalam dokumen SPMI. “Audit Mutu Internal menjadi sarana refleksi institusi untuk melihat capaian, kekuatan, serta kelemahan yang perlu segera diperbaiki demi peningkatan mutu berkelanjutan,” ujarnya.

Tim auditor internal yang telah ditetapkan sebelumnya melakukan pemeriksaan dokumen mutu, wawancara dengan pimpinan unit, serta verifikasi data pendukung. Proses audit dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel dengan mengedepankan prinsip independensi dan profesionalisme auditor.

Hasil sementara dari pelaksanaan AMI 2025 menunjukkan adanya sejumlah temuan positif berupa praktik baik (good practices) di beberapa program studi, sekaligus catatan perbaikan (temuan minor dan rekomendasi) yang perlu ditindaklanjuti oleh unit terkait. Seluruh hasil audit ini akan dirangkum secara sistematis sebagai bahan utama dalam pelaksanaan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM).

Dengan terlaksananya AMI 2025, IAI Darul Falah Bondowoso menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya mutu, meningkatkan tata kelola perguruan tinggi, serta mempersiapkan institusi menghadapi tantangan akreditasi dan persaingan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.